![]() |
| 5 Efek Samping Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui |
Definisi Imunisasi
Dalam kamus besar bahasa indonesia (KKBI) imu.ni.sa.si merupakan istilah kedokteran pengimunan; pengebalan (terhadap penyakit): pemerintah memberikan suntikan TCD kepada murid SD dalam rangka imunisasi terhadap penyakit tipus, kolera, dan disentri.sedangkan secara umum imunisasi dapat artikan sebagai suatu proses kegiatan meningkatkan antobody atau kekebalan tubuh dengan cara memasukan vaksin kedalam tubu memalui suntikan atau melaui mulut (oral).
Imunisasi juga dapat dikatan sebagai suatu program yang merekayasa memasukkan(menyuntikan) antigen lemah dengan tujuan untuk merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap beberapa penyakit tertentu. Sistem imun tubuh mempunyai suatu sistem daya ingat atau memori, pada saat vaksin disuntikkan kedalam tubuh maka secara otomatis tubuh akan membentuk perlawanan berupa antibodi kemudian menyimpannya sebagai sebuah pengalaman dan nanti jika terpapar dengan antigen yang sama dengan maka tubuh akan menciptakan antibodi yang lebih kuat dari vaksin yang dihadapi sebelumnya.
Jenis-Jenis imunisasi
Ada beberapa jenis imunisasi yang diwajibkan dan digeratiskan oleh pemerintah dan bisa diperoleh di posyandu atau puskesmas setempat.
1. Imunisasi Hepatitis B
Jenis vaksinasi hepatitis B bertujuan untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati dimana jika hal tersebut dibiarkan akan berpotensi besar memicu timbulnya penyakit kanker hati.
2. Imunisasi BCG
Vaksin BCG meruapak jenis vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Vaksin jenis ini akan menjadi tameng terhadap serangan penyakit TBC (tuberculosis)
3. Imunisasi Polio
Vaksin polio berbentuk cairan dan termasuk dalam jenis vaksin hidup.vaksin ini telah digunakan diberbagai macam negara termasuk indonesia.
4.Imunisasi DPT
Vaksin ini diberikan dengan tujuan untuk mencegah serangan penyakit difteri,pertusis dan tetanus.dimana penyakit difteri merukan salah satu penyakit yang sangat berbahaya yang bisa menyebabkan peradangan dan penyumbatan pernafasan sedangkan penyakit pertusis jika dibiarkan akan memicu terjadinya pneumonia.
5.Imunisasi Campak.
Jenis vaksin ini hanya diberikan sekali saja bisanya pada saat bayi berumur sembilan bulan.seperti namanya penyakit ini berfungsi untuk mencegah penyakit campak.
Efek samping imunisasi
Seperti yang kita ketahui sebelumnya imunisasi memiliki manfaat untuk memacu dan memperkuat antibodi tubuh terhadap beberpa jenis penyakit tertentu, namun dibalik itu juga terpadat efek samping yang kadang timbul pada saat pasca imunisasi diantaranya :
1. Demam (suhu badan meningkat)
Sebagian besar anak setelah mendapatkan suntikan imunisasi akan menderita panas biasanya akan sebuh pada dalam satu sampai dua hari.jika tejadi seperti itu jagan membungkus anak dengan kain atau baju yang tebal dan pada saat memandikan gunakan air hangat dan cukup dengan mengelap badannya saja.
2. Peradangan
Efek sampaing yang juga sering terjadi pasca imunisasi adalah peradangan dan pembengkakan pada area bekas suntikan, penyebab hal ini biasanya dikarenakan jarum suntik yang digunakan tidak steril.
3. Kejang Kejang
Efek samping yang satu ini jarang terjadi, namun hal ini biasanya terjadi akibat reaksi komponen dari vaksin PDT
4. Diare
Efek samping imunisasi selanjutnya adalah diare , kemungkian hal ini terjadi dikarenakan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus sehingga menyebabkan diare berat. Kasus ini biasanya terjadi pasca imunisasi campak.
5. Rasa sakit di area suntikan
Sebagian besar anak mengeluhkan rasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak usai disuntik imunisasi.
Nah itulah tadi penjelasan singkat tentang imunisasi , mulai dari definisi, tujuan ,dan efek sampingnya . semoga setelah membaca artkel “ 5 Efek Samping Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui “ menambah khasanh keilmuan anda sekalian.
Salam hormat
